5 Jenis-Jenis Monitor + 1 Monitor Masa Depan Yang Dirahasiakan

Jenis-jenis monitor ini bisa di kelompokkan dalam 5 kategori utama. Setidaknya secara garis besar dari 5 jenis monitor ini adalah yang paling sering digunakan dan senantiasa mengalami perkembangan dari setiap masanya.

Monitor sendiri merupakan salah satu komponen hardware yang keberadaannya sangatlah utama. Pada monitorlah semua perintah kerja yang di ketikkan akan tampil dan visualisasi yang ditampilkan dari layar monitor tidaklah sesederhana yang kita lihat saat ini.

Layar monitor bermasalah adalah sebuah kabar buruk bagi anda yang terbiasa kerja berhadapan langsung dengan unit perangkat komputer. Rasanya mustahil ketika kita akan menjalankan sebuah perintah di komputer tanpa melihat monitor. Karena tentu kita tidak akan tahu hasil yang didapatkan.

Semisal dengan pengandaian sederhana saja, saat mengetik sebuah tugas (entah itu berupa makalah, tugas sekolah dll) akan sangatlah sulit jika tidak adanya monitor didepan kita. Kebergunaan monitor ini juga tidak mungkin diabaikan begitu saja. Anda mau edit video atau foto tentu harus melihat monitor. Dan masih banyak lagi kebergunaan monitor yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Sebagai pengetahuan tambahan, dalam artikel ini akan kami jelaskan 5 jenis-jenis monitor:


  • Monitor CRT (Cathod Ray Tube)

Pernah melihat komputer jadul? Apa yang membedakannya dengan komputer jaman sekarang? Yaps, kita sepakat bahwa pada komputer zaman dulu, yang paling menonjol adalah dari segi bentuknya yang cembung, cenderung berat dari segi bobotnya dan tentu saja mobilitasnya sangat rendah dikarenakan dimensi ukurannya yang tidak dinamis. Di era 2010 kebawah, komputer yang memakai monitor CRT masih banyak beredar. Bentuknya yang mirip tabung dan layarnya yang cembung merupakan representasi dari teknologi yang digunakan pada saat itu.

Mimin sendiri sebagai pengelola situs DemiNasi.COM, dahulunya juga memakai monitor jenis ini. Meskipun saat ini sudah diparkir karena monitornya sudah rusak. Teknologi perkembangan monitor CRT hampir dipastikan nyaris tidak dipakai lagi saat ini, karena memang seiring perkembangan dunia teknologi, kecenderungan orang untuk terus berinovasi dan mencari teknologi yang makin praktis, efisien, dinamis dan juga dari segi ukuran yang tidak memakan banyak ruang atau pemborosan, dsb.

Komputer jaman dulu memang sangat akrab dengan teknologi CRT. Pengguna komputer zaman sekarang mungkin akan kesulitan menemukan monitor CRT, karena memang sudah sangat langka yang memakainya. Bahkan mungkin nyaris tidak ada lagi yang memproduksinya dan keberadaannya dipasar mungkin sudah tidak ada yang menjual (CMIIW).

Sistem kerja CRT Monitor yaitu sinar elektron (katoda) dipancarkan memakai teknologi berkecepatan sangat tinggi dalam suatu tabung yang bersifat hampa udara. Kemudian elektron tsb mengarah kelapisan dalam tabung (bagian dalam ini sifatnya mampu memendarkan cahaya). Setelahnya sinar katoda (elektron) itu melewati serangkaian magnet yang kuat. Magnet ini nantinya membelokkan elektron kearah tertentu dibagian posisi tabung dalam.

Kelebihan CRT:

  1. Warna yang dihasilkan cukup menyerupai aslinya.
  2. Resolusi layar yang tergolong dinamis
  3. Dari segi harga memang tergolong sangat murah (meskipun saat ini sudah sangat jarang dijumpai)

Minus CRT:

  1. Daya listrik yang dibutuhkan sangatlah banyak.
  2. Terlalu lama melihat monitor jenis ini bisa berefek pada kesehatan, karena radiasinya lumayan tinggi.
  3. Ukuran monitor yang gede menjadi masalah tersendiri.


  • Monitor LCD ( Light Crystal Display)

Teknologi terus melangkah kedepan. Bahkan perkembangannya sangatlah deras. Bisa dikatakan mungkin teknologi dari layar CRT sudah terlalu usang untuk diteruskan pada dekade terakhir ini. Orang sudah mulai enggan menggunakan teknologi monitor CRT.

Hasilnya, generasi monitor baru pun diciptakan. Monitor LCD pada intinya tersusun atas sebuah bentukan berupa Liquid Crystal. Dari segi visual, monitor tipe ini akan menampilkan warna yang jauh melampaui dari generasi dibawahnya. Keunggulan ini memang membuatnya menjadi begitu jumawa. 

Bentuk monitor ini biasanya pipih. Konsumsi daya saat digunakan juga sangatlah sedikit. Tak heran jika kemudian LCD mnjadi pilihan paling realistis yang banyak dipakai secara massive.

sistem kerja LCD ini jika diandaikan seperti saat kita membuka tirai (proses buka tutup). Proses ini begitu cepat. Sehingga kemudian keluarlah sebuah istilah Response Time. Penjelasan Response time ini lebih kepada proses kecepatan saat akan berubahnya liquid crystal tertutup rapat menuju ke liquid crystal terbuka lebar. Dengan kata lain, saat waktu respon tergolong cepat, maka visualisasi yang ditampilkan menjadi sangat baik dan sebaliknya jika waktu respon sangat lelet, maka kualitas visualnya juga memburuk.

Keunggulan LCD:

  1. Brightness color terasa jernih dan tidak ada lagi distorsi yang menyebalkan
  2. Penggunaannya terbilang sangatlah gampang
  3. Daya konsumsi tidaklah tinggi
  4. Dimensinya yang pipih membuatnya nyaman dilihat dan lebih fleksibel dibandikan tipe CRT

Minus LCD:

  1. Harus diakui bahwa sudut keterlihatan masih terbatas
  2. Gradasi warna yang dihasilkan juga masih belum maksimal
  3. Masalah Response time yang terkadang membuat tidak nyaman pengguna
  4. Anda harus merogoh kocek lebih banyak saat akan membelinya (mahal).


  • Monitor LED ( Light Emitting Diode )

Beranjak pada teknologi yang lebih baik dari generasi LCD. Monitor Light Emitting Diode atau yang lebih familiar dengan sebutan LED ini lebih semacam generasi penyempurna dari monitor sebelumnya.

Teknologi LED ini bukan saja dipakai pada perangkat komputer seperti Laptop atau PC pada umumnya, namun juga pada perangkat televisi yang biasa kita tonton sehari-hari juga banyak yang memakai teknologi yang satu ini.

Dibandingkan LCD, LED memang masih unggul dan varian warna yang dihasilkan juga telah melampaui LCD.

Sistem kerja LED itu sendiri memakai cahaya pancaran dioda. Dioda inilah yang kemudian menghasilkan gambar dengan warna-warni yang begitu mendekati aslinya. Dengan dioda ini, kita tidak lagi mendapati warna yang bias seperti warna yang seharusnya hitam, tentu yang akan nampak adalah warna hitam yang sesungguhnya, bukan hitam keabuan.

Hasil visualisasi dari LED sangatlah tajam dan membuat mata menjadi lebih nyaman, sehingga terasa lebih atraktif saat sedang melihat visual dari monitor LED.

Keunggulan LED:

  1. Daya pemakaian Listrik jauh sangat hemat dibanding generasi monitor dibawahnya
  2. Jutaan pixels mampu dihasilkan dari teknologi LED, dan hal itu mengakibatkan visual berupa gambar sangatlah tajam
  3. Durasi pemakaian umur monitor secara umum jauh lebih lama dibanding LCD
  4. Bentuknya yang slim sangat dinamis
  5. Sistem pencahayaan pada teknologi LED melampaui LCD
Minus LED:
  1. Harganya masih menjadi masalah utama (mahal).


  • Monitor Plasma

Mungkin anda ada yang pernah mendengar atau bahkan dirumahnya ada televisi Plasma. Nyaris teknologi plasma ini banyak digunakan pada perangkat TV yang bisa anda jumpai dipasaran. Seperti yang kita bahas pada bagian sebelumnya bahwa diantara kelebihan LCD adalah kualitas gambar yang sangat mumpuni. Selain itu kita juga telah membahas kelebihan CRT berupa viewing angle yang begitu luas. Nah disinilah letak temunya, monitor plasma berupaya menggabungkan 2 kelebihan itu menjadi termaktub dalam sebuah teknologi kekinian.

Keunggulan Plasma Monitor:

  1. Sudut penglihatan yang sangat mumpuni
  2. Varian warna yang dihasilkan sangat bagus
  3. Response time nyaris NOL
  4. Tidak ada lagi visual gambar yang buram

Minus Plasma Monitor:

  1. Size pixels pitchnya ternyata besar, dengan kata lain resolusinya tidaklah tinggi, jikapun ingin resolusinya tinggi, itu berarti size monitornya haruslah besar. Jika sizenya besar, berarti beratnya juga bertambah besar.
  2. Saat dioperasikan, memakan daya yang tidak sedikit.
  3. Harga saat ini masih tergolong tidak murah.


  • Monitor OLED (Organic Light Emitting Diode)

Teknologi yang ada pada OLED sendiri digadang-gadang merupakan teknologi tampilan layar yang bakalan menjadi pesaing utama dari berbagai teknologi monitor yang ada saat ini (setidaknya sampai detik artikel ini kami publish). Teknologi ini ditemukan sekitar tahun 1979 oleh sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut bernama Eastman Kodak (Nama ilmuwan penemunya Dr. Ching W. Tang).

Pada perangkat laptop atau komputer PC, monitor jenis ini memang masih jarang dipakai. Bukan karena fungsinya yang kurang, tapi karena memang harganya yang tergolong masih begitu mahal. Monitor jenis ini banyak kita jumpai pada perangkat Smartphone.

Sistem kerja OLED

Saat electrode dialiri medan listrik, fungsi mekanisme dari cathode akan turun, lalu menjadikan electron mengalami pergerakan dari cathode menuju conduction band di lapisan organic. Selengkapnya tentang sistem kerja OLED bisa dibaca dibawah ini:

Keunggulan OLED:

  1. Display begitu atraktif dan sangat menarik.
  2. Warna lebih tajam, contrast warna kecerahan mengagumkan.
  3. Sudut Viewable sangatlah luas.
  4. Waktu responsivenya sangat tinggi hanya sekitar 0.01 ms.

Minus OLED:

  1. Mahal, bagaimanapun ini adalah sebuah kekurangan yang jelas.
  2. Partikel Penyusun OLED rentan dalam kondisi lembab (bisa rusak saat terkena air).

Ulasan kami tentang jenis-jenis monitor sudah lengkap dan mendetail. Adapun jika anda tertarik silahkan membaca ulasan kami sebelumnya yang lebih banyak membahas mengenai cara membuka whatsapp di laptop tanpa hp.

Frequently Asked Question

Apa itu Monitor?

Monitor merupakan sebuah perangkat keras yang berfungsi menampilkan visual dari suatu sistem kerja yang terdapat pada sebuah program tertentu (entah itu pada sistem komputer atau pada perangkat lainnya).

Monitor itu sendiri mengalami perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Perkembangan ini tentu tidak lepas dari kontribusi ilmuwan dunia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat global terutama yang berkaitan dengan teknologi visualisasi mutakhir.

Bagusan mana diantara 5 monitor tersebut?

Untuk menjawabnya ada beberapa poin yang perlu digarsi bawahi diantaranya: Kebutuhan apa yang anda perlukan, Budget yang tersedia dan juga fungsi yang di inginkan.

Setidaknya ada 4 pilihan yang patut dicermati, yaitu memilih LCD, Plasma, LED atau OLED. Dari segi keunggulan, OLED lebih mumpuni dari semuanya, namun harga tentu menjadi perbincangan yang berbeda.

Seperti Apa Layar Monitor Masa Depan?

Beberapa waktu yang lalu ada beberapa lansiran dari media online, mengungkapkan sebuah fakta bahwa layar monitor masa depan bisa ditekuk. Mungkin anda bisa membayangkan bagaimana jika televisi anda dirumah bisa dilipat menjadi perangkat yang kecil. Atau bisa digulung layaknya kertas. Bayangkan juga ketika layar komputer anda dilipat atau Ponsel anda digulung baru kemudian dimasukkan ke kantong baju. Teknologi monitor masa depan ini kabarnya telah disiapkan oleh perusahaan raksasa asal Korea Selatan yaitu LG. Namun produk yang memakai teknologi ini masih belum di rilis ke publik. Sekalipun dirilis, tentu harganya akan lebih banyak menguras kantong anda.

Sudah pada penghujung artikel. Wawasan baru telah kami tambahkan untuk anda. Semoga narasi yang tidak pendek ini dapat membuat sudut keilmuan anda jadi lebih meningkat dan meluas laksana samudera. Adapun jenis-jenis monitor ini terutama yang berjenis LCD, LED atau OLED sudah banyak tertanam pada perangkat komputer terbaru. Kini, anda bisa menjumpainya dengan mudah tanpa harus bersusah payah.