Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik (Pengertian, Fungsi, Komponen DLL)

Advertisement

img_5faa03117926c-3785864
Pada lintasan kami yang berikut ini akan fokus pada pembahasan tentang jenis-jenis kabeli fiber optik lengkap beserta gambarnya dan juga menurut modelnya. Pengetahuan ini juga akan melengkapi ragam kreasi sebelumnya yang telah ada pada blog DemiNasi.COM.

Tujuan Pembelajaran Bertema Kabel Fiber Optik:

  • Mengetahui Definisi/Pengertian Fiber Optik
  • Mengetahui Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik
  • Mengetahui Tipe Kabel Fiber Optik
  • Mengetahui Pemanfataan Kabel Fiber Optik Dalam Dunia Industri
  • Mengetahui Komponen Kabel Fiber Optik
  • Mengetahui Plus – Minus Kabel Fiber Optik

Jenis-jenis kabel fiber optik berdasarkan aplikasi standar yang digunakan juga dibahas sedemikian rupa. Dalam beberapa tahun terakhir memang semakin nyata bahwa serat optik keberadaannya semakin menggeser kawat tembaga sebagai cara yang tepat untuk transmisi sinyal komunikasi. Kabel fiber optik telah menjadi tulang punggung bagi banyak sistem jaringan. Pemanfaatannya makin meluas mulai dari layanan televisi kabel, pada kampus (universitas), gedung perkantoran, pabrik industri, perusahaan utilitas listrik dan banyak ragam lainnya.

Pengertian Fiber Optik

Sistem fiber optik sejatinya ada kemiripan dengan sistem kawat tembaga. Perbedaannya adalah bahwa pada fiber optik menggunakan sinyal cahaya untuk mengirimkan informasi ke jalur fiber sedangkan pada kawat tembaga memakai sinyal elektronik untuk mengirimkan informasi ke jalur tembaga.

Size yang terdapat pada serat optik bersifat mikro dan nampak halus berdiameter sekitar 120 µm. Jika dibandingkan dengan rambut orang, masih jauh lebih kecil fiber optik. Prinsip pada fiber optic yaitu memakai pembiasan cahaya pada sebuah sistem transmisi berkecepatan tinggi. Sumber cahaya ini biasanya dari LED atau bisa juga dari laser yang dipakai saat proses transmisi berlangsung.

Hampir mendominasi dibandingkan kawat tembaga, kabel Fiber optik makin banyak digunakan pada jaringan telekomunikasi. Menjadikan akses penuh dan berkecepatan begitu tinggi, membuat serat optik selalu jadi pilihan yang terdepan.

Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik

Ini termasuk pemahaman yang perlu ditekankan dan setelah kita paham tentang definisi dari serat optik. Setidaknya ada 2 garis besar dalam mengklasifikasikan jenis fiber optik. Jenis ini berdasarkan prinsip mode transmisi. Demikian selengkapnya lihat dibawah:

1. Fiber Optik Mode Tunggal

Kabel fiber optik mode Tunggal (single) persis sesuai penamaannya, jenis serat optik ini hanya memancarkan satu mode cahaya. Dengan kata lain, ia hanya dapat membawa satu panjang gelombang cahaya dalam suatu waktu. Panjang gelombang tersebut sekitar 1310 nm atau 1550 nm.

img_5faa03118a8e6-5828968

Apakah karena memancarkan 1 mode cahaya akan membuat Fiber optik Mode Single kemampuannya dalam mentransfer data jadi lebih sedikit? Nyatanya tidak demikian, pada fiber optik tipe tunggal kemampuannya jauh lebih baik daripada serat optik multimode karena memiliki bandwidth lebih banyak dan kekurangannya lebih sedikit dibanding multimode. Dari segi kecepatannya, tak tertandingi.

img_5faa03119a701-8086088

Ada juga hal yang menarik, keberadaan Fiber mode Tunggal muncul sesudah Fiber optik jenis Multimode. Selain itu, karena cahaya dalam mode tunggal bergerak dalam arah lurus, berakibat ada lebih sedikit minusnya dibanding multimode, dan itu dapat digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan koneksi jarak jauh.

Kekurangan dari Mode Tunggal ini diantarnya lebih sulit pada saat proses instalasi pemasangan.

2. Fiber Optik Multimode

Sesuai dengan namanya, jenis fiber optik yang satu ini memungkinkan terjadinya beberapa mode cahaya untuk melakukan perjalanan di sepanjang porosnya.

img_5faa0311a6a24-5690107

Secara fisik dibandingkan Mode single, Multimode fiber optic memiliki diameter inti yang lebih tebal. Panjang gelombang cahaya dalam serat multimode berada dalam spektrum yang terlihat mulai 850 hingga 1300 nm.

Refleksi gelombang di dalam fiber multimode terjadi pada sudut yang berbeda untuk setiap mode. Akibatnya, berdasarkan sudut-sudut ini, jumlah refleksi dapat bervariasi.

Fiber optic Multi mode ini terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Fiber optik multimode stepped index
  • Fiber optik multimode graded index.
    img_5faa0311b582c-2059595

Tipe Kabel Optical Fibers dan speknya

Diantara yang beredar dan banyak diketahui, entah itu yang diterapkan secara pribadi pada sebuah komponen tertentu atau yang sering dijumpai dalam suatu keumuman yang ada, dibawah ini akan diterangkan tipe kabel fiber optik. selangkapnya dibawah ini,silahkan simak.

Multimode Fiber

1. OM1
img_5faa0311c9d93-6739543

Warna Pembungkus Kabel – Oranye
Size Inti – 62.5um
Kecepatan Rata-Rata Data – 1Gb @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 300 meter
Diaplikasikan pada – Jaringan jarak pendek, Jaringan Area Lokal (LAN) & jaringan pribadi

2. OM2
img_5faa0311df079-4728860

Warna Pembungkus Kabel – Oranye
Size Inti – 50um
Kecepatan Rata-Rata Data – 1Gb @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 600 meter
Diaplikasikan pada – Jaringan jarak pendek, Jaringan Area Lokal (LAN) & jaringan pribadi
Umumnya digunakan untuk jarak yang lebih pendek. Jangkauan jaraknya 2X lebih panjang dari OM1

3. OM3 – Multimode yang Dioptimalkan Laser
img_5faa03120128b-7194472

Warna Pembungkus Kabel – Aqua
Size Inti – 50um
Kecepatan Rata-Rata Data – 10Gb @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 300 meter
Menggunakan lebih sedikit mode cahaya, memungkinkan peningkatan kecepatan
Mampu menjalankan 40GB atau 100GB hingga 100 meter menggunakan konektor MPO
Diaplikasikan pada – Jaringan Pribadi Yang Lebih Besar

4. OM4 – Multimode yang Dioptimalkan Laser
img_5faa031213581-4425668

Warna Pembungkus Kabel – Aqua
Size Inti – 50um
Kecepatan Data – 10G @ 850nm panjang gelombang
Jarak – mencapai 550 meter
Mampu menjalankan 100GB hingga 150 meter menggunakan konektor MPO
Diaplikasikan pada – Jaringan Berkecepatan Tinggi, Pusat Data, Pusat Keuangan, Korporasi dan Kampus

5. OM5 – Multimode Fiber terbaru dan terhebat
img_5faa03122cd54-8608790

Warna Pembungkus Kabel – Hijau Kapur
Sifatnya kompatibel dan mampu dipasangkan dengan kabel OM3 dan OM4
Kemampuan rentang panjang gelombang yang lebih luas antara 850nm dan 953nm
Dirancang untuk mendukung Short Wavelength Division Multiplexing (SWDM)
Dapat mentransmisi dikisaran 40GB/detik dan 100GB/detik
Diaplikasikan pada – Jaringan dan data center high-speed yang memerlukan jarak sinergi lebih besar dan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Single Mode Fiber

1. Kabel Mode Tight Buffered OS1
img_5faa03123cb9c-3078454

Setiap fiber memiliki lapisan pelindung sebanyak dua lapis (diberi kode warna untuk identifikasi). Satu lapisan berupa plastik dan lapisan lainnya berupa acrylate tahan air.

Diaplikasikan pada – Penggunaan Dalam Ruangan, loop lokal telco jarak menengah, LAN dan sambungan point-to-point di kota, bangunan, pabrik, taman, kantor atau kampus. OS1 dapat mendukung kecepatan hingga 10G dan jarak hingga sekitar 10 km (6 mil).

2. Kabel Mode Loose Tube OS2
img_5faa0312495c1-2601088

Semua fiber tanpa pembungkus selain lapisan luarnya. Setiap serat memiliki lapisan berwarna untuk identifikasi. Selain tahan abrasi, fiber kabel ini biasanya diisi dengan gel optik yang melindungi serat dari kelembaban. Terminasi konektor membutuhkan kit kipas.

Diaplikasikan pada – Penggunaan Luar Ruangan, jumlah serat tinggi, tulang punggung telco dan jalur backhaul jarak jauh, aplikasi penanaman langsung di sepanjang jalan dan jalur kereta api. OS2 dapat mendukung kecepatan hingga 100G dan jarak hingga 200km (124 miles).

Advertisement

Penggunaan Kabel Serat Optik Pada Dunia Industri

Dunia komunikasi jaringan telah sepenuhnya direvolusi oleh kabel fiber optik, sejak dibuat hampir 40 tahun yang lalu. Beberapa penggunaan yang biasa dijumpai untuk kabel fiber optik tercantum di bawah ini:

  • Internet

Disebabkan kemampuannya mentransmisikan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi, kabel fiber optik menjadi tumpuan utama dan meninggalkan kawat tembaga tradisional. Kabel serat optik lebih fleksibel, lebih ringan, lebih tebal, dan dapat membawa lebih banyak data.

  • Telepon

Dalam dunia telekomunikasi fiber optik mampu memberikan koneksi lebih cepat dan percakapan lebih jelas tanpa menimbulkan delay yang menjenuhkan.

  • Televisi Kabel

Kemampuannya mentransmisi bandwidth berukuran besar dalam waktu yang cepat membuatnya sempurna untuk mentransmisikan sinyal untuk TV HD.

  • Dunia Kedokteran (Gigi dan Bedah)

Termasuk Penelitian Mikroskopis dan Biomedis. Kabel serat optik banyak digunakan dalam bidang kedokteran dan penelitian ilmiah lainnya.

  • Jaringan komputer

Pada suatu sistem jaringan komputer diperlukan kecepatan, kabel serat optik mampu mengakomodir kebutuhan tersebut.

  • Industri Otomotif

Dimana kabel serat optik memainkan peran keamanan yang sangat penting dalam kendaraan modern saat ini. Kabel ini banyak digunakan untuk penerangan eksterior dan interior kendaraan. Dan, kabel serat optik menjadi sangat berharga dalam penggunaan aplikasi keamanan seperti airbag dan kontrol traksi. Alasan untuk ini adalah kenyataan bahwa sinyal dapat ditransmisikan antara berbagai bagian kendaraan dengan kecepatan kilat.

  • Sistem Pencahayaan dan Dekorasi

Karena kabel serat optik memberikan solusi yang ekonomis, sederhana, dan menarik untuk sebuah sistem pencahayaan.

  • Aplikasi Antariksa dan Militer

Tingkat keamanan data yang sangat tinggi diperlukan dalam aplikasi luar angkasa dan militer, dan kabel serat optik memberikan solusi ideal atasi masalah itu.

  • Inspeksi Mekanis

Dimana kabel serat optik digunakan untuk memeriksa tempat-tempat yang sulit dijangkau, misalnya tukang pipa yang memeriksa pipa, dan inspeksi lokasi oleh para insinyur.

Komponen Fiber Optik

img_5faa031258004-5706418

1. Inti (Core)

Inti atau core , yang membawa cahaya, adalah bagian terkecil dari serat optik. Inti fiber optik seringnya dibuat dari kaca, walaupun beberapa terbuat dari plastik. Kaca yang digunakan pada intinya adalah silikon dioksida (SiO2) yang sangat murni, bahan yang sangat jernih sehingga Anda dapat melihatnya sejauh 5 mil seolah-olah Anda melihat melalui jendela rumah.

Core serat optik diproduksi dalam diameter yang berbeda untuk aplikasi yang berbeda. Ukuran inti yang umum digunakan dalam telekomunikasi adalah 9um, 50um, dan 62.5um.

2. Cladding (Kelongsong/selubung)

Cladding ini disebut juga Kelongsong atau selubung pembungkus. Dimana posisinya mengelilingi inti dan memberikan indeks bias yang lebih rendah untuk membuat serat optik bekerja. Ketika selubung kaca digunakan, selubung dan inti diproduksi bersama dari bahan berbasis silikon dioksida yang sama dalam keadaan menyatu secara permanen.

Seperti core-nya,  cladding diproduksi dengan diameter standar. Dua diameter yang paling umum digunakan adalah 125um dan 140um. Cladding 125um biasanya mendukung ukuran inti 9um, 50um, 62.5um, dan 85um. Cladding 140um biasanya memiliki inti 100um.

3. Coating (Lapisan/Pelapis/mantel)

Coating adalah lapisan pelindung dari serat optik. Lapisan ini berfungsi sebagai penyerap guncangan, goresan, dan juga melindungi dari kelembaban yang berpotensi merusak kelongsong (cladding). Tanpa coating, fiber optik akan menjadi sangat rapuh.

Diameter luar coating biasanya 250um atau 500um. Umumnya coating ini tidak berwarna. Coating yang dijumpai dalam fiber optik dipilih untuk jenis kinerja atau lingkungan tertentu. Salah satu jenis coating yang paling umum adalah akrilat.

4. Strength Member dan Outer Jacket

Prinsipnya tidak berbeda jauh dengan coatingy, yaitu sebagai pelindung. Lapisan ini merupakan material pembungkus terluar yang senantiasa berhadapan langsung dengan kontak dari luar seperti gesekan, tarikan, tekanan dan sebagainya.

Prinsip Kerja Fiber Optik

Prinsip kerja serat optik adalah transmisi informasi dalam bentuk partikel cahaya atau foton. Inti dari fiberglass & cladding memiliki indeks bias khusus untuk memuntir cahaya ke dalam sudut tertentu.
Kemudian data ditransmisikan dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Faktor lainnya yang mempengaruhi efisiensi dari pantulan cahaya itu lebih kepada bahan apa yang dipakai pada serat optik tsb. Semakin murni bahan penyusun serat optik, cahaya yang diserap makin minim. Dengan minimnya suatu fiber optik menyerap cahaya, cahaya yang dapat dipantulkan akan semakin kuat. Hal ini akan membuat kinerjanya makin maksimal.

Plus – Minus Fiber Optik

Nilai plus atau pun kelebihan serat optik antara lain sebagai berikut:

  1. Jumlah Bandwidth cenderung tinggi dan melampaui kabel tembaga
  2. Lebih sedikit daya yang hilang dan memungkinkan transmisi data untuk jarak yang lebih jauh
  3. Kabel optik tahan terhadap interferensi elektromagnetik
  4. Ukuran kabel serat adalah 4,5 kali lebih baik dari kabel tembaga
  5. Kabel ini lebih ringan, lebih tipis, dan memakan ruang lebih sedikit dibanding kabel berjenis logam.
  6. Instalasinya sangat gampang karena bobotnya lebih ringan.
  7. Kabel serat optik sangat sulit untuk disadap oleh pihak luar, sebab tidak menghasilkan energi elektromagnetik. Sehingga tingkat keamanan saat ber-transmisi data jauh sangat tinggi.
  8. Kabel serat optik sangat fleksibel, mudah ditekuk, dan daya tahan terhadap sebagian besar unsur asam jauh lebih baik dibanding kawat tembaga.

Nilai minus ataupun kelemahan dari serat optik termasuk yang berikut:

  1. Kabel ini lebih halus dari kabel tembaga sehingga saat instalasi terkadang dibutuhkan ekstra ketelitian tinggi.
  2. Diperlukan perangkat khusus untuk memeriksa transmisi kabel fiber.
  3. Sumber cahaya yang diperlukan pada kabel fiber optik sangat tinggi.

Demikian ulasan kami tentang pengertian, fungsi, prinsip kerja, jenis-jenis kabel fiber optik dan juga pemanfaataannya dalam dunia industri. Semoga akan banyak lagi yang terbantu dengan adanya artikel terbaru ini.

Adapun artikel sebelumnya yang kami publikasikan berkaitan tentang fungsi firewall pada jaringan voIP, juga bisa dimarkah untuk kemudian dibaca lagi secara lebih mendetail. Terima kasih.

Advertisement